Akankah Harga Rokok Naik Mencapai Rp 50.000?

Akankah Harga Rokok Naik Menjadi Rp 50.000?

 

Akankah Harga Rokok Naik Mencapai Rp 50.000?

Akankah Harga Rokok Naik Mencapai Rp 50.000?

Akankah Harga Rokok Naik Menjadi Rp 50.000? Telah beredar kabar Presiden RI, Jokowi akan menaikkan harga rokok pada tahun 2016 ini. Kenaikan harga rokok dikarenakan oleh naiknya tarif cukai hasil tembakau.

dalam APBNP 2016 menjadi sebesar Rp 141,7. Diperkirakan harga rokok ini bisa naik 2 kali lipat mencapai harga Rp 50.000 yang semulanya hanya Rp 15.000. Tentu saja hal ini akan menjadi berita yang tak enak didengar untuk para perokok dan juga Johanes Chandra Ekajaya.

Salah satu produsen rokok nasional menilai rencana kenaikan pada cukai rokok harus dipertimbangkan secara menyeluruh. Menurut Head of Regulatory, PT HM Sampoerna,Elvira Yunita yang ditemui oleh Chandra Ekajaya, Minggu (21/8/16) Ia mengatakan bahwa kenaikan harga yang drastis bukan merupakan langkah yang bijaksana untuk diterapkan oleh pemerintah dan juga kenaikan harga rokok harus mempertimbangkan kondisi industri, selain itu daya beli masyrakat juga pasti akan berkurang.

Dalam pertemuannya dengan Johanes Chandra Ekajaya, Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, Rabu (17/8/16) mengatakan bahwa Direktorat Jenderal Bea Cukai telah melakukan pengkajian mengenai kenaikan harga rokok yang kiranya akan mencapai Rp 50.000. Ia menambahkan jika ingin menaikkan harga rokok tersebut harus mempertimbangkan aspek perekonomian negara,tetapi juga harus melihat tenaga kerja yang bisa terancam PHK.

Selama ini, harga rokok yang hanya sebesar Rp 15.000 dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok yang ada di Indonesia. Hal tersebut membuat berbagai kalangan orang mulai dari anak-anak hingga dewasa seperti Chandra Ekajaya tak keberatan untuk membeli rokok.