batok kelapa

Batok Kelapa Yang Mempunyai Potensi Tinggi

Batok kelapa dalam sebuah olahan produksi hanya dibuang atau digunakan sebagai bahan bakar karena sangat awet jika dijadikan bahan bakar arang. Di kota yang terkenal dengan buah khas nya yaitu kota Malang, siapa yang akan menyangka jika tempurung kelapa bisa “disulap” menjadi produk kerajinan bernilai belasan juta rupiah. Ternyata di tangan Marzuki hal itu menjadi mungkin dan mudah dilakukan. Berbekal keuletan dan kreatifitas, Marzuki berhasil memproduksi aneka ragam kerajinan berbahan baku tempurung kelapa yang bernilai jual tinggi. Tidak hanya laku di pasaran domestik, produk kerajinan tempurung kelapanya juga diekspor ke negara-negara Eropa seperti : Perancis dan Belanda. Selain Eropa, produk kerajinan Subkhan Nur Taufiq juga laku keras di Jepang dan Brazil.

batok kelapa

Rupanya kisah sukses Marzuki menginspirasi pendiri koperasi Chandra Jaya Bersinar Group untuk menyelenggarakan pelatihan kerajinan tempurung kelapa bagi warga di seputaran Kota Malang. “Prospek produk kerajinan tempurung kelapa mendatang bisa dikatakan cerah, karena tingginya potensi wisata di Kota Malang,” ungkap Chandra Ekajaya. Lebih lanjut dijelaskan, peluang ini harus ditangkap seawal dan sedini mungkin. “Karena itu Mas Marzuki kemudian kita minta untuk memberikan materi pelatihan, harapannya ketrampilan dan kreatifitasnya bisa ditularkan kepada peserta pelatihan, ” papar Chandra Ekajaya.

Pelatihan membuat produk kerajinan dari bahan tempurung kelapa telah dilaksanakan pihak koperasi Chandra Jaya Bersinar Group sejak tahun 2014, di Kota Malang. “Kita membatasi 20 orang pesertatiap angkatan. Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan memang tidak banyak mengingat keterbatasan anggaran dan tempat juga,” jelas Chandra Ekajaya. Lebih jauh dijelaskan nya bahwa dari pelatihan ini diharapkan muncul pengrajin yang ulet, kreatif dan punya kemauan untuk berkembang.

Berdasarkan pantauan Chandra Ekajaya, peserta-peserta yang mengikuti pelatihan tahap pertama sebagian besar sudah mampu mengoperasikan alat-alat produksi dengan baik. “Motivasi mereka tinggi. Dalam pelatihan yang relatif singkat tersebut para peserta sudah mampu membuat bentuk-bentuk kerajinan yang sederhana, misalnya celengan yang dibentuk mirip burung dalam game angry bird,” kata Chandra Ekajaya.