Bentrok Mewarnai Penggusuran Pemukiman Warga Rawajati

Bentrok Mewarnai Penggusuran Pemukiman Warga Rawajati

Bentrok Mewarnai Penggusuran Pemukiman Warga Rawajati

Bentrok Mewarnai Penggusuran Pemukiman Warga Rawajati

Bentrok Mewarnai Penggusuran Pemukiman Warga Rawajati. Penggusuran yang terjadi di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (1/9/16) berlangsung ricuh.

Menurut hasil liputan Johanes Chandra Ekajaya, bentrokan warga dan satpol PP tak dapat dihindari. Warga pemukiman Rawajati langsung melempari sekitar 300 personil satpol PP dengan batu dan juga botol-botol bekas sehingga salah satu personil satpol PP menjadi korban. Tak sedikit para warga dan juga anak-anak yang menangis menyaksikan penggusuran tempat tinggal mereka.

Saat dimintai keterangan oleh Johanes Chandra Ekajaya,Camat Pancoran, Hery Gunara mengatakan petugas satpol PP akan membersihkan rumah penduduk yang dibangun secara liar. Mereka juga tidak memiliki sertifikat atas rumah yang dibangun ditanah tersebut.

Sempat terlihat oleh Chandra Ekajaya di TKP, Ratna Sarumpaet dan Syarif yang merupakan anggota DPRD DKI berusaha menghentikan aksi para personil satpol PP yang memaksa masuk ke pemukiman warga. Namun, usaha mereka berdua sia-sia dan bentrok tersebut tetap terjadi.

Pemprov DKI menjamin para warga pemukiman Rawajati tidak akan terlantar. Pemerintah telah menyiapkan tempat tinggal bagi mereka di Rusun Marunda, Jakarta Utara. Tapi, niat baik pemprov DKI itu tak menjadi kabar baik bagi warga. Warga Rawajati keberatan apabila dipindahkan ke Rusun Marunda, alasannya tempat tersebut sangat jauh dan tidak bisa membuka usaha seperti yang mereka lakukan ditempat ini.

Akibat dari penggusuran pemukiman warga Rawajati ini adalah lalu lintas dari Cililitan menuju Pasar Minggu mengalami kemacetan panjang.