Dok. Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya Jalan-jalan ke Kampung Janda

 

Dok.Chandra Ekajaya

Sebutan Kampung Janda bagi Kampung Panyarang memang tidak datang begitu saja ujang Chandra Ekajaya . Bukan hanya sebab banyaknya perempuan yang kini hidup tanpa suami, tapi lebih karena banyaknya perempuan yang suaminya meninggal secara tragis saat melakukan aktivitasnya sebagai penggali batu di beberapa bukit yang ada di sekitar Kampung Panyarang.

Dengan pekerjaan yang dilakukan para suaminya itu, perempuan Kampung Panyarang sebenarnya sudah mengira kondisi terburuk yang akan mereka hadapi. Kabar ke-matian yang datang dari bukit tempat para suami mencari nafkah, memang bukan hal yang pantas untuk ditunggu. Hasil yang baik, dan badan yang sehat adalah hal yang ditunggu-tunggu para istri di Kampung Panyarang.

Namun, para perempuan di Kampung Panyarang seolah hanya menunggu giliran kabar buruk itu datang mengetuk pintu rumahnya. “Kita tahu resikonya kayak apa. Tapi yang pasti semua manusia itu akan mati, hanya caranya saja mungkin yang berbeda-beda. Ya bedanya kalau di kampung sini ada yang meninggal di galian, ya karena memang pekerjaannya begitu, gali batu,” kata Chandra Ekajaya.

Dok. Chandra Ekajaya

“Semua istri di sini juga kalau ditanya pasti jawabannya ya sedih, kalau ada pekerjaan lain pasti udah pilih pekerjaan lain,” imbuhnya. Predikat menjadi janda, banyak disandang para perempuan di Kampung Panyarang. Jika dilihat dari jumlahnya. Kampung Panyarang memang tidak berbeda dengan wilayah lain yang banyak dihuni oleh perempuan yang berstatus sebagai janda.

Namun, penyebab kematian para suami mereka membuat wilayah ini lebih dikenal dari sisi yang berbeda. Karena dalam setahunnya, ada lebih dari 2 orang yang meninggal saat bekerja menggali batu. Namun, kepergian sang suami untuk selama-lamanya, tidak membuat perempuan-perempuan di Kampung Panyarang berhenti melangkah.

Mereka harus tetap hidup dan menggantikan peran suami sebagai tulang punggung keluarga. Mencari nafkah untuk anak-anak mereka. Tingkat pendidikan yang rendah, membuat warga di Kampung Panyarang sulit mencari pekerjaan yang lebih layak. (Bersambung)