Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya – Jokowi Kecam Aksi Bom Sarinah

Chandra Ekajaya – Jokowi Kecam Aksi Bom Sarinah

Chandra Ekajaya, Jakarta – Aksi teror bom yang terjadi di Sarinah, Jakarta Pusat di siang hari ini berhasil menyedot perhatian publik di seluruh Indonesia. Kejadian mencekam ini memakan korban jiwa sedikitnya 5 orang. Melalui akun sosial media pribadinya, Presiden Republik Indonesia Jokowi menyatakan rasa bela sungkawa kepada para korban dari kejadian ini.

Selain itu, Jokowi juga berharap semua lapisan masyarakat tidak berspekulasi mengenai aksi teror kali ini. Ia menghimbau agar masyarakat menunggu penjelasan dari polri yang nantinya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya

“Saya minta kepada semua pihak untuk tidak berspekulasi apapun, sebelum ada penjelasan dan penyelidikan secara intensif pihak Polri. Mari kita beri kesempatan kepada Polri untuk melakukan penyelidikan dan mengusut siapa pelaku sekaligus dalang terror ini,” ujar Jokowi.

Karena aksi teror ini sudah jelas mengganggu ketenangan, Jokowi mengutuk aksi teror yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal tersebut. Ia berharap agar para pelaku segera ditangkap. Seperti yang dilansir Chandra Ekajaya dari laman Harnas (14/1/2015).

Karena lokasi kejadian cukup berdekatan dengan Istana Negara, menurut jurnalis lapangan Chandra Ekajaya hari ini pihak kepolisian memperketat pengamanan di sekitar Istana Presiden. Bahkan pengamanan tersebut dimulai dari akses pintu Sekretariat Negara.

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya

Menurut Chandra Ekajaya, aksi teror yang terjadi di Indonesia kali ini bertepatan dengan panasnya politik di Indonesia. Saat ini tercatat ada dua kejadian politik penting yang terjadi di Indonesia. Kedua kejadian tersebut cukup penting karena melibatkan para penguasa.

Peristiwa politik yang pertama adalah batas waktu perjanjian freeport hari ini. Bahkan seorang netizen mengingatkan agar masyarakat Indonesia jangan sampai terjebak ke pengalihan isu yang dibuat-buat oleh seorang yang tidak bertanggung jawab. “Jangan lupa besok 14/01/2016 batas waktu Freeport Indonesia utk menawarkan saham… hati2 pengalihan isu…” tulisnya.

Peristiwa politik yang kedua yakni ditangkapnya anggota DPR asal PDIP oleh KPK ketika operasi tangkap tangan berlangsung dini hari tadi. Anggota DPR berinisial DWP tersebut diduga menerima uang suap dari pengusaha demi memuluskan calon proyeknya.