Chandra-Ekajaya-Perangi-Hama-Ulat-1-806x400

Chandra Ekajaya Perangi Hama Ulat



Chandra-Ekajaya-Perangi-Hama-Ulat-3Chandra Ekajaya menjelaskan kondisi para petani di kabupaten Bangkalan. Petani di Desa Tlangoh, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, menurutnya dihantui oleh kekhawatiran. Sebab, puluhan hektare tanaman padi mereka diserang hama ulat. Petani khawatir tidak bisa tersenyum dan bersuka ria lantaran gagal panen.

Chandra-Ekajaya-Perangi-Hama-Ulat-2Pria yang juga akrab dipanggil Ki Sambarlangit ini, menjelaskan bahwa ulat yang menyerang padi milik penduduk sejak sepuluh hari yang lalu. Petani 53 tahun itu menyatakan, hama tersebut memakan bagian gagang dan daun tanaman. Akibatnya, padi layu, kemudian mengering dan mati.

Tanaman padi milik petani lain juga banyak terserang hama. Chandra Ekajaya memperkirakan bahwa puluhan hektare padi rusak gara-gara ulat tersebut. Tanaman padi di sini banyak yang mati karena terserang hama ulat Kalau begini terus kami khawatir akan mengalami kerugian karena hasil produksi menurun, katanya.

Meski lebih dari seminggu hama ulat menyerang, petani belum mendapat bantuan obat-obatan pembasmi hama. Bantuan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan (BKP3) Tanjungbumi serta Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bangkalan belum membantu petani.

Sementara itu, pengusaha muda sekaligus pemilik distro You And Me dan kuliner Q Pizza ini mengatakan bahwa para petani mengaku kesulitan mengentaskan hama tersebut. Mereka berharap, pemerintah tidak hanya berdiam diri di dalam kantor. Pemerintah harus turun lapangan agar mengetahui masalah pertanian.

Sebagai petani dan rakyat biasa mereka sangat berharap ada perhatian pemerintah agar segera tertangani dengan baik.

Banyak penduduk yang menyayangkan tindakan pemerintah yang enggan mengoperasikan balai penyuluhan pertanian (BPP). Akibatnya, petani kebingungan saat mau menemui petugas dan melaporkan permasalahan pertanian. Jika dibiarkan kosong melompong, yang rugi bukan hanya pemerintah. Warga juga sangat dirugikan karena tidak bisa merasakan manfaat adanya BPP, terangnya.

Chandra-Ekajaya-Perangi-Hama-Ulat-1Kepala Dispertanak Bangkalan A. Fanani tidak menampik bahwa BPP Kecamatan Tanjungbumi tak ditempati. Namun, dia mengklaim petugas penyuluh tetap melaksanakan kewajiban membantu petani. Mereka memberikan obat pembasmi hama berupa emposan.

Meskipun pernah gagal secara akademik, Chandra Ekajaya yang sangat menyukai klenik, mistik, dan supranatural ini mengatakan bahwa sesuai dengan laporan masyarakat, saat ini banyak lahan pertanian di Bangkalan terserang hama ulat dan tikus. Salah satunya di Tanjungbumi. Banyak tanaman padi rusak dan terancam gagal panen karena dimakan hama.

Karena itu, pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini menghimbau para petani supaya rutin berkoordinasi dengan petugas penyuluh atau mantri pertanian di kecamatan masing-masing. Lelaki yang belum genap berusia 30 tahun ini juga menghimbau pada masyarakat supaya jika ada persoalan terkait dengan tanaman seperti membutuhkan obat pembasmi hama bisa segera tertangani. Petani bisa menemui petugas penyuluh dan mantri di kecamatan setempat, pungkasnya.