Cekrek Danny Sunarko Solusi Liburan

Danny Sunarko Liburan Tanpa Cekrek Itu Sia Sia

Dalam sebuah wawancara, seorang pengusaha muda berparas tampan bernama Danny Sunarko mengutarakan bahwa hari ini dunia membutuhkan kamera untuk mengabadikan mome-momen penting dalam hidup. Berhasil mengabadikan mome istimewa lewat foto memang telah menjadi trend di semua kalangan, baik muda maupun tua. Dengan fenomena tersebut, Danny Sunarko, pemuda blasteran Surabaya Belanda memanfaatkan momen tersebut untuk membuka sebuah bisnis yang kini diberi nama “Cekrek”. Cekrek merupakan sebuah bisnis yang sangat potensial dalam meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Memahami bahwa semua orang membutuhkan kamera, Danny Sunarko pun akhirnya mendirikan bisnis tersebut, berupa jasa yang menyediakan fotografi pribadi untuk orang-orang yang akan berlibut di manapun dan kapanpun. Meski Cekrek resmi diluncurkan pada tahun 2015, Danny Sunarko bukanlah orang baru di dunia fotografi. Sebelumnya, ia merupakan sosok sukses mendirikan Photomania, semua komunitas sekaligus perusahaan fotografi dengan jasa pernikahan.

Kini, lewat bisnisnya yaitu Cekrek, Danny Sunarko menyediakan fotografer lokal bagi mereka yang sedang berlibur ke mancanegara atau di daerah-daerah dalam negeri. Teman-teman di seluruh dunia dan di Indonesia siap menjadi seorang fotografer saat Anda liburan di belahan dunia maupun di kawasan pariwisata yang berada di daerah-daerah.

Ia mengganggap bahwa konsep bisnis tersebut sebagai ide tepat, dimana ia hanya menyediakan para fotografer lokal yang hemat biaya, dimana si klien tak perlu lagi membeli tiket dan akomodasi untuk para fotografernya. Dan karena dia lokal, ia pun memiliki pengetahuan lokal yang lebih komplit dari fotografer lainnya, karena ia mengenal lokasi, kultur, da kebiasaan kecil masyarakat setempat. Jadi lebih seperti Tour Guide dengan tambahan jasa foto, begitu ungkap dari Danny Sunarko.

Para fotografer lokal tersebut akan lebih paham memotret momen Anda dengan nuansa dan suasana yang khas dari lainnya. Dengan menyediakan fotografer lokal, selain hemat biaya, si klien pun tak perlu lagi membeli tiket dan akomodasi untuk para fotografernya. Pokonya mereka lebih mengenal angle yang tepat serta detil daerah yang tepat sesuai dengan keinginan sang klien.

Kini Cekrek telah berhasil menggandeng lebih dari 300 fotografer di 200 kota di 10 negara. Danny Sunarko pun menceritakan mengenai bagaimana dirinya mampu menggandeng para fotografe rlokal sebanyak itu di berbagai negara.

“ Fotografer itu kan seniman, Jadi awalnya saya takut jika ide tersebut tak dapat berjalan kalau tak ada yang gabung. Namun, begitu saya kasih tau blue print idenya, teman-teman saya di belahan dunia pun akhirnya setuju untuk bergabung dengan bisnis yang berbasis pada komunitas ini, jelasnya ketika diwawancarai.

Cekrek Bisnis Danny Sunarko

Awalnya para fotografer tersebut merupakan teman dari Danny Sunarko yang memang telah menjadi seorang fotografer selama hampir 12 tahun. Para fotografer tersebut menyebar ke seluruh dunia, antara lain Jepang, Australia, Amerika, Eropa, dan sebagainya. Lalu pada akhirnya, di antara mereka pun merekomendasikan dan mengajak para teman-teman sesame fotografer. Jadi, dari mulut ke mulut, sehingga lambat laun banyak yang percaya dengan bisnis yang dirintis oleh Danny Wijanarko tersebut.

Danny Sunarko juga menjelaskan bahwa setiap fotografer bisa mendaftar di Cekrek. Namum, Danny pun sangat selektif dalam memilih mereka. Iya, memang ada open recruitment, namun kami pun tetap melakukan tahap kurasi. Kami akan memilih beberapa orang yang karyanya sesuai dan cocok dengan konsep kami. Lalu, harus punya skill komunikasi karena kan dia harus bisa dekat dengan klien selama berlibur itu,” ujarnya.

Salah satu seleksinya: dengan melihat hasil karya (portofolio) fotografer yang mendaftar sehingga bisa dilihat spesialisasinya. Pasalnya, setiap fotografer mempunyai spesialisasi. “Yang kami cari adalah yang sering motret orang, angle-nya variatif dan warnanya selalu happy. Konsep kami tidak cocok dengan foto dengan warna-warna gelap atau yang aneh-aneh gitu,” katanya menjelaskan.

Selain menyediakan fotografer lokal, Cekrek pun juga didukung dengan sistem teknologi informasi yang tinggi. Kami memiliki versi desktop dan aplikasi khususnya. Jadi calon klien yang hendak memesan jasa kami tinggal memilih, memasukkan data diri, kemudian memilih tanggal yang tepat.

Pembayaran tersebut dapat digunakan dengan kartu kredit maupun transfer bank. Saat ini, bisnis yang tengah ditekuninya telah bekerjasama dengan salah satu institusi pembayaran yang menghubungkan pihaknya dengan bank. Sistem TI ini pun tidak hanya untuk booking, namun tiga hari setelah foto, klien tersebut akan mendapatkan notifikasi dapat mengunduh album fotonya. Dengan demikian, teknologi tersebut akan memudahkan para traveler.

Saat ini, kami tengah menyediakan jasa menghubungkan klien dengan tim fotografer lokal yang bergabung dengan Cekrek. Intinya, sejauh ini model bisnisnya simple saja. Jadi, kalau ada klien yang butuh fotografer di suatu kota, pihaknya akan menghubungkannya. Lalu, pihaknya pun mampu membayar honor fotografernya.

Soal biaya untuk mendapatkan jasa dari Cekrek dibutuhkan biaya yang sangat ekonomis yaitu sekitar $400 per sesi foto. Semua foto pun sudah diedit sehingga bisa lebih menarik dan spesial. Klien dapat melihat lebih dari 120 foto yang sudah diedit rapi. Tetapi hanya berhak mengunduh sekitar 50% dari foto. Lebih dari itu, harus membelinya seharga $5 per foto.

Pengguna jasa Cekrek memang sudah banyak. Sampai Desember terdapat sekitar 3000 klien. Paling banyak mereka berlibur ke beberapa tempat seperti negara-negara Eropa dan Amerika Selatan. Klien Cekrek pun sebagian besar dari Indonesia. Para figure publik juga sudah banyak yang menggunakan jasanya.

Diana Satya adalah salah satu klien dari Cekrek yang telah merasakan manfaat jasa fotografer tersebut sebanyak tiga kali. Saat itu ia liburan bersama suaminya ke negeri Kangguru. Ia menceritakan bahwa lumayan berpenglaman, saya merasa fotografernya lumayan helpful dan baik. Fotografernya juga beda-beda di setiap kota. Hasilnya pun memuaskan, selain itu, si fotografer juga banyak kasih tahu soal info spot-spot yang sangat cocok untuk mengabadikan momen bahagia. Hasil editannya juga lumayan cepat. Dalam waktu 3-4 hari, Anda sudah bisa mengakses dan menerima hasil editan fotonya. Jadi lumayan masih fresh masih dalam holiday mood, dan masih excited. Kini, Cekrek telah memiliki cabang hingga ratusan cabang yang tersebar di 10 negara tersebut. Nantinya, Danny Sunarko akan terus mengembangkan bisnisnya tersebut agar mampu bersaing tak hanya bertaraf nasional, namun global. Selain itu, dengan adanya karyawan foto yang banyak dan tersebar di berbagai negara, mereka bisa saling bertukar pengalaman dalam melayani klient maupun bertukar pengalaman mengenai skill fotografi yang lebih up to date.

Kini, Danny Sunarko telah berhasil meraup untung hingga ratusan juta rupiah dan ke depan ia akan terus menaikkan omzet hingga ratusan juta rupiah. Harapannya bisnis tersebut mampu berkembang dengan mengadakan sistem dan layanan yang lebih menarik. Itulah sedikit cerita bisnis dari Danny Sunarko yang harus menjadi perhatian bagi Anda yang memiliki minat dalam dunia bisnis.