decoupage

Decoupage Seni Menempelkan Tisu Pada Sebuah Media

Sekilas lukisan bunga berbingkai yang menempel di dinding rumah Erin Ramadhani seperti bunga sungguhan. Pasalnya, kelopak bunga terlihat menyembul dan bergerak-gerak kala tertiup angin. Cantik, unik dan menarik. ”Lukisan ini salah satu kreasi Napkin Decoupage, yakni kerajinan tangan/craft menempelkan tisu pada sebuah media, atau biasa disebut juga servittentechnik,” kata wanita berparas manis yang akrab disapa Erin ini di rumah sekaligus tempat usaha di Perumahan yang tak jauh dari alun-alun Kota Malang belum lama ini.

Seni menempel tisu pada media kayu atau bahan lainnya seperti tas pandan, hiasan dinding, kaleng susu dan bahkan lilin kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Seperti dilalukan Erin yang boleh dibilang sukses menjalankan usaha pembuatan ragam kerajinan tangan berlabel ERdhan Handycraft. Selain menggarap tudung saji, batik kotemporer dan seni pactwork, kini Erin sibuk memenuhi pesanan aneka produk kerajinan napkin decoupage. Beberapa jenis produk yang dikerjakan antara lain telenan untuk gantungan kunci, tempat tisu, tas dan lukisan.

decoupage

Bermula dari mengikuti kursus di koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik pengusaha Chandra Ekajaya sekitar 6 bulan lalu, Erin terinispirasi mengembangkan bakat seninya menggarap seni decoupage ini. Awalnya ia membuat ragam lukisan di atas kanvas. Menurutnya, olah seni yang satu ini mudah digarap dan memberi dia peluang berkreasi yang luas. Sebagai contoh lukisan gadis bermain musik di kebun bunga. Dalam lukisan tersebut ia bisa menggabungkan beberapa teknik melukis. Antara lain, membuat lukisan menggunakan cat air dikombinasi dengan teknik menempel kertas tisu serta dipadupadankan dengan gambar yang dibuat dengan teknik menjiplak menggunakan cat aklirik. Hasilnya adalah hiasan dinding yang sekilas terkesan sebagai tiga dimensi atau bahkan disebut lukisan lima dimensi.

Mengenai peluang bisnis ini, ibu dua anak ini mengakui peluang bisnis handycraft yang satu ini potensial menghasilkan keuntungan yang besar. Pasalnya, untuk membuat satu kreasi, telenan untuk gantungan kunci misalnya, modal dasar yang dibutuhkan sekitar Rp 20 ribu. Biaya sebanyak itu untuk membeli telenan dari kayu, cat dan paku khusus untuk gantungan. Pangsa pasar sendiri sudah cukup luas walaupun selama ini pihak Erin sendiri masih dibantu oleh pihak koperasi milik Chandra Ekajaya tersebut.