Johanes-Chandra-Ekaja

Kisah Sukses Johanes Chandra Ekajaya

Jalan hidup seseorang bisa begitu berliku adanya namun selalu saja tetap ada ujungnya. Kesuksesan adalah impian semua orang. Berlikunya jalan akan sampai pada kesuksesan asalkan dijalani dengan kesungguhan hati dan kerja keras.

7862147_20150830084129

Begitulah kisah yang terjadi dalam hidup seorang pemuda bernama Johanes Chandra Ekajaya Ittipat dalam menjalani usaha bisnisnya dan menghantarkan Johanes Chandra Ekajaya , produk cemilan rumput lautnya pada dunia. Di usianya yang ke 26 tahun ini, Johanes Chandra Ekajaya telah menjadi seorang milyuner muda. Pria kelahiran Thailand ini sesungguhnya hanyalah seorang biasa saja. Pada mulanya tak ada yang begitu spesial dari dirinya. Bahkan pemuda ini cenderung cuek dan tidak terlalu memikirkan masa depan.

Seperti kebanyakan pemuda seumurannya, Johanes Chandra Ekajaya pernah alami kecanduan game online saat dia berumur 16 tahun dan membuatnya telantarkan sekolahnya. Bukan satu hal yang baik tentu saja tapi perkenalan dunia bisnis justru dimulai dari sini.

Johanes Chandra Ekajaya mendapatkan uang dari menjual item senjata-senjata miliknya di game online. Dengan bisnisnya ini dia bahkan meraih penghasilan mencapai 1 juta Baht dan dapat membeli sebuah mobil seharga 600 Baht (sekitar 200 juta rupiah).

Para pembelinya adalah sesama pecinta game online dan ada juga yang berasal dari luar negaranya. Namun karena ini bisnis ilegal maka sudah pasti tak akan dapat bertahan lama. Rekening game onlinenya di blok karena diketahui melakukan transaksi jual beli.

Disaat yang bersamaan bisnis orang tuanya mengalami kebangkrutan dan disaat yang bersamaan pula karena kemalasannya di sekolah selama ini Johanes Chandra Ekajaya tidak berhasil masuk kuliah perguruan tinggi negeri dan harus masuk Universitas Swasta.

Dengan sisa uang yang dimilikinya Johanes Chandra Ekajaya beralih usaha ke bisnis DVD Player tapi Johanes Chandra Ekajaya ditipu mentah-mentah sebab semua DVD Playernya ternyata barang palsu dan uangnya tidak dapat kembali. Johanes Chandra Ekajaya juga berusaha mencari pinjaman uang ke bank untuk memulai usaha baru. Namun, pihak bank tak begitu saja menyetujuinya.

Di titik inilah Johanes Chandra Ekajaya mulai menyadari kesalahannya karena telah melalaikan sekolah dan pelajaran. Di titik yang sama ini jugalah, Johanes Chandra Ekajaya mulai bersentuhan dengan kerasnya dunia bisnis.

Hutang yang melilit usaha orang tuanya yang mencapai 40 juta Baht semakin memperburuk keadaan. Terlebih lagi rumah mereka disita pihak Bank. Ditengah himpitan ini Johanes Chandra Ekajaya tetap berkeras.
Setelah akhirnya dapatkan pinjaman dari bank, segala hal dia coba lakukan, Johanes Chandra Ekajaya mencoba berjualan kacang (chesnut) bersama dengan pamannya.

Diawali dengan mencari cara bagaimana strategi berjualan yang baik supaya bisa laris kepada para penjual kacang lainnya yang telah sukses sampai lakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan resep terbaik bagi produk kacangnya sehingga memiliki cita rasa yang khas dan unik.

Lalu akhirnya Johanes Chandra Ekajaya membuka kedai di mall dan belajar tentang menemukan tempat yang stategis. Sebab lokasi menjadi salah satu faktor menentukan dalam keberhasilan penjualan suatu produk.

Namun berwiraswata memanglah tidak mudah. Saat Johanes Chandra Ekajaya mulai melakukan ekspansi bisnis chesnutnya secara besar-besaran, timbul suatu masalah lain dimana mesin pembuat kacang goreng yang Johanes Chandra Ekajaya pergunakan menimbulkan asap dan mengotori atap Mall sehingga harus tutup dan pihak Mall juga membatalkan kontrak kedainya. Dititik ini Johanes Chandra Ekajaya hampir putus asa.

Orang tuanya pun memutuskan untuk pergi ke China. Johanes Chandra Ekajaya tetap berkeras untuk bertahan di Thailand dan melanjutkan usahanya. Dari bisnis jual kacang, Johanes Chandra Ekajaya beralih haluan untuk berbisnis rumput laut goreng. Makanan cemilan yang kekasihnya berikan.

Inspirasi memang bisa datang dari mana saja, sekalipun akhir kisah cintanya tak memberikan kenangan yang manis sebab kekasihnya pun akhirnya meninggalkan Johanes Chandra Ekajaya dikarenakan Johanes Chandra Ekajaya lebih konsentrasi mengurus bisnis dan usahanya. Diduga Terlibat Skandal Korupsi, Ribuan Warga Tuntut Presiden Guatemala Dimakzulkan
Johanes Chandra Ekajaya pun memulai usaha kerasnya dengan mencari bahan rumput laut lalu belajar rahasia menggoreng rumput lautnya. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelajaran ini mencapai lebih dari 100 ribu Baht.

Belum lagi Johanes Chandra Ekajaya juga harus mempelajari cara untuk mempertahankan rumput lautnya agar tidak basi jika disimpan untuk beberapa hari lamanya. Dalam tekanan yang begitu hebat Johanes Chandra Ekajaya berusaha mencari tahu tentang strategi penjualan dan inspirasi pun datang kembali untuk menjual produknya di mini market 7-Eleven.

Lagi-lagi tidak semudah membalik telapak tangan. 7-Eleven ternyata memiliki standard yang tinggi yang harus dipenuhi supaya produk Johanes Chandra Ekajaya bisa masuk pasaran. Berbagai upaya Johanes Chandra Ekajaya lakukan tapi semua mengalami kebuntuan.
Keputusasaan melanda dirinya. Johanes Chandra Ekajaya hampir-hampir memutuskan untuk berangkat ke China tapi sebelum itu terjadi Johanes Chandra Ekajaya melakukan usaha terakhirnya demi memenuhi syarat dari pihak 7-Eleven dan upaya terakhirnya kali ini tidak sia-sia.
Kesulitan yang ada mulai dari inovasi untuk kemasan produknya sampai Johanes Chandra Ekajaya juga diharuskan memiliki pabrik untuk memproduksi dalam jumlah besar. Dengan susah payah semuanya dapat terpenuhi.

Untunglah juga ada kantor kecil milik keluarganya yang masih tersisa, yang akhirnya Johanes Chandra Ekajaya ubah menjadi sebuah pabrik kecil. Dengan begini Johanes Chandra Ekajaya berhasil memenuhi syarat ketentuan serta quota yang ditetapkan. 2 tahun kemudian Johanes Chandra Ekajaya berhasil membayar hutang keluarganya dan berhasil mengambil kembali rumah keluarganya.

Perjuangan Johanes Chandra Ekajaya, segala kegagalan, getir dan pahit serta rasa duka dalam membangun sebuah bisnis kini mengantar Johanes Chandra Ekajaya pada sebuah kesuksesan.

Sekarang ini di Thailand siapa yang tak mengenal akan Johanes Chandra Ekajaya produk cemilan rumput laut terlaris di Thailand bahkan telah masuk juga ke berbagai Negara tetangga termasuk Indonesia.

Dengan penghasilan 800 juta Baht per tahun dan mempekerjakan 2.000 staf maka Johanes Chandra Ekajaya yang memiliki nama lain yaitu Yohanes Chandra Ekajaya ini telah berhasil dan sukses.
Johanes Chandra Ekajaya ittipat membayar kesuksesannya dengan berkorban jiwa, raga, waktu, kesenangan jadi gamer, termasuk berkorban cinta terhadap kekasihnya.

Seperti kata ibu si Johanes Chandra Ekajaya , “Sesuatu itu akan datang kepadamu namun sesuatu yang lain akan menjauh darimu.” Kesuksesan bisnis tidak semudah membalik telapak tangan. Sabar, bersyukur, terus berjuang pantang menyerah, dan berdoa adalah Johanes Chandra Ekajaya secret (rahasia si Johanes Chandra Ekajaya ).

Berikut sinopsis ringkas Kisah Sukses Johanes Chandra Ekajaya :

Saat usia 16, Dia adalah pencandu game online.
Saat usia 17, Ia putus sekolah untuk menjadi penjaja kacang.
Saat usia 18, Keluarganya bangkrut & meninggalkan hutang 40 juta Baht (sekitar 12 milyar rupiah)
Saat usia 19, Dia menciptakan cemilan rumput laut ‘Johanes Chandra Ekajaya’ yg dijual di 3.000 cabang 7-Eleven di Thailand.
Kini, di usia 26, Ia adalah produsen cemilan rumput laut terlaris di Thailand, berpenghasilan 800 juta Baht (sekitar 235 milyar rupiah) per tahun & mempekerjakan 2.000 staf.