limbah jok

Limbah Jok Impor Yang Disulap Menjadi Sepatu Berkualitas

Banyaknya limbah di kota-kota besar merupakan suatu permasalahan yang sudah umum. Bahkan dari pihak pemerintah sendiri juga kewalahan dengan permasalahan limbah ini. Kebanyakan orang memandang limbah dan sampah sebagai musuh. Tapi bagi orang kreatif seperti Syaiful Abror mampu menyulap limbah menjadi rupiah dan peluang usaha yangmenguntungkan banyak orang.

Syaiful yang merupakan warga asli kelahiran kota Malang, Jawa Timur ini mampu menginspirasi masyarakat di sekelilingnya untuk mengolah limbah menjadi berkah. Pria yang mampu menyulap limbah Jok mobil mewah menjadi berbagai Jenis sepatu modls dan elegan. Ketekunan dan tangan dingin pria asal Malang Jawa Timur Ini. telah membawa sepatu yang berbahan limbah kulit oscar Ini menjadi sepatu berkualitas tinggi. Meski produknya berkualitas tinggi Syaiful membanderol harga sepatu produknya yang diberi merek “Reboot” Ini dengan harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat kebanyakan.

limbah jok

Konsumen sepatu “Reboot” pun tak hanya berasal dari dalam negeri. Produknya, banyak diborong pembeli saat mengikuti pameran besar di berbagai kota, khususnya di Jakarta. Menurut Syaiful penghargaan masyarakat tak hanya diberikan karena kualitas sepatu buatannya. Menurutnya apresiasi diberikan kepadanya karena produk “Reboot” didasarkan pada semangat ramah lingkungan atau bersplrit go green.

Hal ini cukup beralasan, karena Syaiful mampu memberdayakan limbah menjadi produk fesyen yang dari segi kualitas tak kalah dengan sepatu produk luar negeri. Namun perlu dicatat bahwa limbah Jok mobil yang digunakan Syaiful memang bahan Impor. Maksudnya limbah kulit Oscar yang dipakainya adalah limbah yang bahan aslinya diimpor dari Korea Selatan. Selama Ini, Korea Selatan memang terkenal dengan produk Jok mobil berkualitas untuk berbagai merek terkenal.

Awalnya ia hanya menggunakan bahan lokal yang ada di sekitar kota jawa Timur. Akan tetapi memang kualitas bahan lokal ini tak sebagus bahan impor sehingga ada beberapa kekurangan. Awal ia mengimpor bahan jok dari Korea ini ialah ketika sebuah koperasi yang ada di Malang, jawa Timur koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya menawarkan kerjasama dengannya.

Pihak koperasi besar milik Chandra Ekajaya ini kebetulan mendapat tawaran bahan jok sisa dari Korea dan diminta untuk membuangnya di Indonesia. Ketika itu Syaiful hanyalah mencoba beberapa pasang sepatu saja namun seiring berjalannya waktu, saat ini justru sepatu yang berbahan jok impor tersebut yang banyak dicari karena kualitasnya yang bagus.