Johanes Chandra Ekajaya

Ramadhan Pohan Ditangkap Polda Sumut Karena Diduga Tipu Simpatisan Sebesar 24 Miliar

Ramadhan Pohan sebagai mantan calon walikota medan ditangkap di rumahnya sendiri di jakarta pada tanggal 19 juli 2016 oleh petugas ditreskrimum polda Sumatera Utara. Penangkapan yang dilakukan tersebut tak lepas dari kasus dugaan penipuan sebesar 24 miliar rupiah saat dirinya mencalonkan diri menjadi walikota medan pada tahun yang lalu.

Wakil Sekjen DPP partai Demokrat tersebut terpaksa harus di jemput paksa oleh kepolisian karena tidak memenuhi panggilan untuk datang padahal sudah memiliki status sebagai tersangka. Hingga panggilan kedua tak kunjung datang maka terpaksa polisi harus menjemput ke kediamannya. Hal ini seperti yang diungkapkan langsung oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting kepada wartawan tadi pagi ketika dikonfirmasi langsung.

Johanes Chandra Ekajaya

Dari informasi yang diterima tersebbut mengatakna kalau sebenarnya Ramadhan Pohan sebenarnya sudah dilaporkan oleh para simpatisannya sejak awal tahun 2016 yang lalu setelah gelaran Pilkada yang terjadi serentak di tahun 2015 yang lalu. Ramadhan Pohan sebenarnya sudah diperiksa beberapa kali sebagai saksi sebelum statusnya berubah menjadi tersangka beberapa waktu yang lalu.

Setelah dilakukan pendalaman pada kasus tersebut, maka Ramadhan Pohan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Namun pada saat dipanggil pertama kali untuk pemeriksaan sebagai tersangka, ia justru tak hadir karena alasan gula darahnya yang sedang naik. Namun Rina mengatakan, bebearapa hari setelah panggilan tersebut, ketika di lacak oleh tim IT Polda Sumut, ternyata Ramadhan Pohan berada di Medan.

Akhirnya karena berdasarkan undang-undang, maka pada panggilan kedua tersebut Ramadhan Pohan harus di jemput paksa di kediamannya di Jakarta. Hingga saat ini Ramadhan Pohan sedang dalam perjalanan menuju Polda Sumut. Kasusnya sendiri adalah ketika Ramadhan Pohan mencalonkan diri menjadi walikota Medan perioden 2015-2020 yang mana Ramadhan Pohan meminjam uang dari rekan-rekan dan simpatisannya untuk biaya kampanye dengan pernjanjian akan segera dikembalikan.