Johanes Chandra Ekajaya

Tahukah Kalian Sejarah Di Balik Lomba Makan Kerupuk?

Johanes Chandra Ekajaya

Tak terasa tinggal menghitung hari masyarakat Indonesia akan memperingati hari kemerdekaan Tanah Air tercinta yang tepat pada tanggal 17 Agustus 2016. Tak terasa sudah 61 tahun Indonesia telah terbebas dari jajahan Belanda. Ngomong-ngomong mengenai kemerdekaan, di Indonesia ini tak luput dari berbagai macam perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan. Salah satu yang melegenda yaitu lomba makan kerupuk. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa sangat antusias mengikuti perlombaan satu ini. Tapi, tahukah kalian apa sejarah dari lomba makan kerupuk ini? Simak nih beritanya..

Kerupuk merupakan salah satu makanan ringan yang terbuat dari bahan utamanya yaitu tepung tapioka. Pada jaman dahulu kala, kerupuk bisa dibilang menjadi makanan utama warga Indonesia karena pada jaman penjajahan untuk mendapatkan sesuatu itu sangat sulit termasuk menu makanan, oleh karennya warga Indonesia hanya bisa menikmati menu makan yang mereka santap seadanya yaitu nasi dan kerupuk.

Jadi untuk mengingat kejadian pada masa penjajahan, diadakanlah lomba makan kerupuk sebagai salah satu perlombaan untuk memperingati hari kemerdekaan. Selai alasan tersebut, lomba makan kerupuk bertujuan agar dapat mempersatukan masyarakat satu sama lain, dapat memahami arti penting dari bersyukur dan dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Jenis kerupuk yang dilombakan biasanya kerupuk putih. Lomba makan kerupuk ini juga mempunyai peraturan yang harus ditaati bagi pesertanya. Lomba ini menggunakan tali rafia yang diikat menggantung pada bambu atau kayu. Panjang tali rafia tersebut disesuaikan dari tinggi badan peserta.