Keris Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya Cari Pusaka Jawa Keris

Keris dalam khazanah Jawa sering disebut sebagai pusaka. Ada juga yang mengatakan bahwa keris merupakan barang seni. Biasanya yang mengatakan adalah para kolektor dan para seniman. Tetapi bagi Yohanes Chandra Ekajaya, keris adalah perpaduan dari seni dan pusaka, sehingga nilai jualnya sangat tinggi karena memang proses pengerjaan dan nilai spiritualnya sangat rumit.

Yohanes Chandra Ekajaya Cari Keris 2
Yohanes Chandra Ekajaya adalah orang Jawa yang sedang mencari jati dirinya. Banyak orang yang mengatakan bahwa orang Jawa wajib untuk memiliki keris sebagai piyandel. Istilah ini pun mempunyai banyak makna. Ada yang mengatakan bahwa piyandel bisa diartikan sebagai jimat, tetapi ada juga yang menyatakan sebagai pegangan.

Terlepas dari makna yang menyelimutinya, Yohanes Chandra Ekajaya sudah bertekad untuk memiliki keris sebagai sebuah prasyarat untuk mengenali jati diri dan identitasnya kembali. Ia selalu mengikuti akun sosial media yang menjual berbagai macam keris. Tetapi sayangnya, harga yang dibanderol oleh para penjualnya terlalu mahal. Sedangkan wujud dan bentuk keris sudah banyak yang cacat atau rusak.

Keris Chandra Ekajaya
Pilihan Yohanes Chandra Ekajaya jatuh kepada keris dengan dapur Karna Tinanding. Keris dengan dapur ini mempunyai bentuk yang sangat indah serta menawan. Tetapi karena harganya yang murah serta kulitasnya masih bagus, maka pengusaha ini pun berani untuk menyandingnya. Setelah keris itu berpindah tangan maka ia pun berkomitmen untuk merawat dan menjaganya.

Merawat dan mengelola keris bukan perkara yang mudah. Sebab keris mempunyai banyak nilai yang berada di dalamnya. Seperti nilai spiritual, supranatural, mistik, teknologi, seni, status, dan sebagainya. Yohanes Chandra Ekajaya pun sudah memfokuskan waktu untuk mempelajari bagian-bagian keris secara lebih seksama.

Yohanes Chandra Ekajaya Cari Keris 1
Kini Yohanes Chandra Ekajaya semakin mengerti bahwa keris itu terdiri dari dapur, pamor, luk, dan warangka. Untuk dapur sendiri jenisnya ada berbagai macam, bahkan jumlahnya mencabai ratusan. Jumlah pamor bisa mencapai ribuan. Belum lagi pada jenis warangkanya. Itu sebabnya buku-buku khusus yang membahas keris selalu tebal, dengan cover keris dan pasti lebih dari seribu halaman.