Yohanes Chandra Ekajaya Sidat Bisnis Menguntungkan 2

Yohanes Chandra Ekajaya Bisnis Ikan Sidat

Ikan sidat atau yang sering disebut ungai dan unadon dalam bahasa Jepang ternyata merupakan hewan yang sangat banyak di Indonesia. Saat ini pesanan ekspor ikan yang wujudnya hampir sama seperti belut ini mempunyai peminat yang sangat tinggi di pasar dunia terutama Asia Timur

Salah satu pengusaha yang sukses di bidang ternak ikan jenis Sidat ini adalah Yohanes Chandra Ekajaya. Ia merupakan peternak sidat dengan skala ekspor yang lumayan besar. Hampir tiap minggu ia mengekspor ke Jepang dan China.

Yohanes Chandra Ekajaya Sidat Bisnis Menguntungkan

Kali ini kami akan mengulas tentang Cara Praktis Budidaya Sidat yang bersumber dari Yohanes Chandra Ekajaya sebagai pemain sidat yang sudah berpengalaman agar keuntungan menjadi fantastis. Apalagi permintaan akan ikan sidat sangatlah tinggi, contohnya saja di negara Jepang ikan sidat sudah menjadi hidangan utama makanan mereka.

Hidangan ini berupa sidat bakar yang disajikan di atas nasi. Namun di Jepang ikan sidat sudah menjadi ikan yang langka, di negaranya hanya mampu diproduksi sekitar 30 persen dan sisanya 70 persen hasil dari impor dari negara negara lain termasuk dari di Indonesia. Permintaan ikan sidat di dalam negeri sebenarnya cukup tinggi, hanya saja jumlah petani sidat di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu harga ikan sidat Indonesia menjulang tinggi.

Yohanes Chandra Ekajaya Sidat Bisnis Menguntungkan 3

Dalam budidaya sidat ada tiga tahapan yang perlu anda perhatikan kata Yohanes Chandra Ekajaya, yaitu tahapan pendederan 1, pendederan 2 dan tahap pembesaran. Yohanes Chandra Ekajaya mengklasifikasikan berdasarkan tahapan tersebut karena untuk memudahkan kita dalam mempercepat laju pertumbuhan ikan sidat. Sampai sekarang belum ada sebuah rekayasa teknologi pembenihan ikan sidat, sehingga untuk kebutuhan benih ikan sidat kita harus mengandalkan hasil penangkapan dari alam. Bentuk dari benih ikan sidat itu sendiri sudah menyerupai ikan sidat dewasa, hanya saja ukurannya masih kecil dan berwarna transparan atau disebut glass eel

  1. Tahap Pendederan 1

Pada tahap ini biasa disebut dengan tahap pengenalan untuk benih ikan sidat supaya bisa beradaptasi dengan kondisi alam buatan (kolam) dan bisa mengkonsumsi pakan yang homogen atau pakan buatan. Pemeliharaan pada tahapan ini memiliki tujuan untuk pembesaran glass eel sampai benih ikan sidat memiliki ukuran elver kata Yohanes Chandra Ekajaya. Setelah melewati tahap pendederan 1 maka elver siap dilanjutkan ke tahapan pendederan 2.

Yohanes Chandra Ekajaya ikan sidat

Glass eel yang biasanya dipelihara memiliki 2 jenis yaitu A. bicolor dan A. marmorata. Glass ell yang berjenis A. bicolor didapatkan dari pantai selatan Pulau Jawa, sedangkan untuk A. marmorata diperoleh dari daerah Poso Sulteng dan Tatelu. Ukuran benih ikan sidat glass eel yang ditebar memiliki ukuran 0,17 gram per ekor dengan jumlah kepadatan untuk masing-masing tempat pemeliharaan sekitar 6 ekor per 1 liter air.

Proses penebaran glass eel dilakukan secepat mungkin setelah glass eel sudah diterima di lokasi pemeliharaan. hal ini untuk mengurangi tingkat stress pada benih ikan sidat setelah sebelumnya berada dalam transportasi pemindahan benih ikan sidat. Sebelum dilakukan penebaran ikan sebaiknya glass eel dilakukan aklimatisasi dulu, caranya yaitu menempatkan plastik packing agar mengapung diatas air di lokasi media pemeliharaan.

  1. Tahap Pendederan 2

Berupa tahapan persiapan agar menghasilkan ukuran sidat fingerling (10 gr/ekor) dan kemudian siap untuk di pelihara pada proses tahapan pembesaran.

  1. Tahap Pembesaran

Pada tahapan ini yang dilakukan adalah proses pembesaran ikan sidat. Proses ini memiliki tujuan untuk membesarkan ikan sidat sampai pada ukuran yang siap konsumsi yaitu ukurannya lebih dari 200 gram per ekor. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya apabila ukuran yang dijual masih dibawah 200gr maka akan sulit untuk terjual di pasaran, karena di pasaran sendiri sudah mempunyai standar untuk ukuran tersebut

Untuk tempat pemeliharaannya bisa menggunakan kolam beton yang memiliki ukuran 2 x 5 x 1,8 m³ dengan jumlah air media sekitar 5 m³. Kolam pemeliharaannya sebaiknya dilengkapi dengan sistem aerasi dengan air yang mengalir. Air media yang digunakan bisa berasal dari tandon air sumur yang kemudian dialirkan ke dalam paralon yang menuju ke kolam pemeliharaan. Dianjurkan untuk volume pergantian airnya minimal lebih dari 300% tiap hari. Supaya suhu airnya tetap terjaga pada kisaran 29-31 °C, sebaiknya kolam pemeliharaan ditutup dengan terpal atau bisa menggunakan penutup anyaman bambu.

Waktu yang dibutuhkan dalam budidaya ikan sidat sampai siap untuk konsumsi sekitar kurang lebih 5 bulan, tergantung ukuran benih yang kita tabur. Misalnya ukuran benih 200 gram, untuk bisa menghasilkan panen ikan sidat berukuran 500 gram memerlukan waktu sekitar 5 bulan. Sebagai gambaran jika anda menaburkan 1 ton benih anda bisa menghasilkan panen sekitar 5 ton ikan sidat.

Untuk keuntungan sendiri kata Yohanes Chandra Ekajaya memang tidak bisa dirasakan secara singkat karena memang beternak atau budidaya ini susah susah gampang katanya.