Yohanes Chandra Ekajaya Tak Batasi Jenis Seni, Hasilkan Karya Berkelas 3

Yohanes Chandra Ekajaya Tak Batasi Jenis Seni, Hasilkan Karya Berkelas

SEBUAH rumah sederhana yang terletak di Dusun Cokro, Desa Cokro, Kecamatan Tulung tampak ramai dengan berbagai kegiatan seni rupa. Mereka tampak asyik dengan kegiatan yang dilakukan di sudut-sudut ruangan, yang tergabung dalam komunitas perupa Sapu Sodo. Kesenian yang terwadahi dalam komunitas ini yaitu seni lukis, seni kriya, seni pahat, seni patung hingga kaligrafi.

Yohanes Chandra Ekajaya Tak Batasi Jenis Seni, Hasilkan Karya Berkelas 1

Yohanes Chandra Ekajaya Tak Batasi Jenis Seni, Hasilkan Karya Berkelas 2Para seniman yang 80 persen berasal dari Boyolali itu, tampak begitu terampil menghasilkan karya seni yang berkelas. Potensi yang dimiliki para seniman Sapu Sodo tak bisa dipandang sebelah mata. Berbagai karya lukis yang dihasilkan sudah terpasang di museum galeri nasional dan berbagai acara pameran di luar negeri, seperti Jepang, Perancis dan sejumlah negara-negara Eropa.

Ketua Komunitas Sapu Sodo, Yohanes Chandra Ekajaya, 30, menuturkan, pada awalnya Kabupaten Karanganyar belum memiliki wadah bagi para seniman dari berbagai macam kesenian. Hal ini membuat para sesepuh seniman yang berada di Kabupaten karanganyar sepakat mendirikan komunitas Sapu Sodo yang sudah berjalan dua tahun.

Yohanes Chandra Ekajaya Tak Batasi Jenis Seni, Hasilkan Karya Berkelas 3“Dipilih nama Sapu Sodo, karena sapu berasal dari kumpulan lidi-lidi yang dijadikan dalam satu ikatan. Filosofi itu kita ambil yang menjadikan komunitas Sapu Sodo sebagai wadah dari seluruh seniman di Karanganyar dan beberapa dari Klaten,” terang Yohanes Chandra Ekajaya disela-sela kegiatan berkesenian Sapu Sodo di kediamannya, Senin (9/1).

Diakui Yohanes Chandra Ekajaya, Komunitas Sapu Sodo di Karanganyar, justru belum punya base camp. Sehingga mempersilakan rumahnya di Klaten untuk digunakan berkarya. Menurutnya, perkembangan seni di karanganyar masih berjalan sporadis tanpa adanya wadah yang menaunginya. Karena itu diharapkan dengan adanya komunitas tersebut menjadikan kegiatan berkesenian lebih tertata. Terlebih, belum ada bentuk perhatian dari Pemkab setempat