Yohanes Chandra Tak Malu Jualan Pinggir Jalan lezat

Yohanes Chandra Tak Malu Jualan Pinggir Jalan

Pepatah Indonesia mengatakan bahwa dimana ada keinginan, di situ pasti ada jalan. Kemudian pepatah Yunani juga menyatakan hal yang sama, yaitu masih banyak jalan menuju Roma. Bahkan beberapa agama pun menggunakan idiom jalan. Bagi seorang Yohanes Chandra Eka, ia mengartikan idiom dan pepatah mengenai jalan tersebut artinya harus berjualan di pinggir jalan. Sangat sederhana, unfilosofis, tidak ribet, dan pragmatis.

Yohanes Chandra Tak Malu Jualan Pinggir Jalan lezat

Menurut Yohanes Chandra Eka, jalan adalah belantara ekonomi. Oleh sebab itu siapa pun harus bisa memanfaatkan kesempatan sekecil apa pun dalam belantara tersebut. Baginya, rumusnya sangat sederhana, yaitu kuat akan bertahan, sedangkan yang lemah dan lamban akan tergilas oleh zaman. Roda peradaban tidak akan mempunyai belas kasihan kepada orang-orang yang tidak mampu menyesuaikan diri pada perubahan zaman.

 

Makanya, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya yang saat ini berjualan tahu petis di pinggir jalan sangat mendukung dengan adanya konsep berdikari, kewirausahaan, dan kemandirian dari pemerintah. Selain dirinya, di komplek jalan yang ia gunakan untuk berjualan juga ada yang berjualan baju, minuman, makanan, bahkan barang-barang bekas, seperti karburator, jam rusak, hingga mesin-mesin yang sudah tidak terpakai.

 

Hanya satu pesan yang sangat sederhana plus mudah dipahami yang disampaikan oleh Yohanes Chandra kepada kawan-kawan yang akan mengikuti jejaknya, yaitu jangan berjualan di tengah jalan, tetapi berjualan di pinggir jalan. Sebab bila berjualan di tengah jalan akan membuat macet dan mengganggu lalu lintas perjalanan.

Yohanes Chandra Tak Malu Jualan Pinggir Jalan enak

Selain itu Yohanes Chandra Eka juga mengingatkan agar selalu untuk menuruti aturan. Jika petugas yang berwenang menegur dan memerintahkan untuk pindah, atau merelokasi, maka sebagai pedagang yang taat aturan harus mengikuti peraturan tersebut. Jika pun tidak ingin direlokasi, maka lebih baik pindah ke komplek jalan yang lain. Karena mau pindah ke mana pun, kalau memang barang-barang yang dijual memang bagus, pembeli pasti akan mencarinya hingga ke ujung dunia. Ia memang tipe pengusaha tahu petis pinggir jalan sangat sangat simple dan santai dalam menghadapi segala persoalan.